Kamis, 27 Oktober 2016

Hubungan filsafat dengan kebudayaan

Pada pokoknya kebudayaan adalah semua ciptaan manusia yang berlangsung dalam kehidupan. Pendidikan dan kehidupan adalah suatu hubungan antara proses dengan isi, yaitu pendidikan adalah proses kebudayaan dalam arti membudayakan manusia aspek lain dari fungsi pendidikan adalah mengolah kebudayaan itu menjadi sikap mental, tingkah laku, bahkan menjadi kepribadian anak didik. Jadi hubungan pendidikan dengan kebudayaan adalah hubungan nilai demokrasi. Dimana fungsi pendidikan sebagai pengoper kebudayaan mempunyai tujuan yang lebih utama yaitu untuk membina kepribadian manusia agar lebih kreatif dan produktif yakni mampu menciptakan kebudayaan.

Perlu disadari bahwa manusia sebagai pribadi, masyarakat, bangsa dan negara hidup dalam suatu sosial budaya. Maka membutuhkan pewarisan sosial budaya yang dilakukan melalui pendidikan. Agar pendidikan berjalan dengan baik. Karena pendidikan harus berazas filosofis yang menjamin tujuan untuk meningkatkan perkembangan sosial budaya, martabat bangsawan, kewibawaan dan kejayaan negara.

Pentingnya kebudayaan untuk mengembangkan suatu pendidikan dalam budaya nasional mengupayakan, melestarikan dan mengembangkan nilai budaya-budaya dan pranata sosial dalam menunjang proses pengembangan dan pembangunan nasional serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Pengertian kebudayaan dair beberapa ahli :
1. Taylor, budaya adalah suatu keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat
2. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.
3. Kotjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik dari manusia dengan belajar
4. Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hiup yang dicptakan oleh manusia

Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat, berbagai macam kekuatan harus dihadapi seperti kekuatan alam dan kekuatan lain. Selain itu manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spritual maupun materil. Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudyaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaanya. Kebudayaan memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya. Dan dengan pendidikan yang akan mengembangkan dan membangkitkan budaya-budaya dulu, agar dia tidak punah dan terjaga untuk selamanya. Oleh karena itu, dengan adanya filsafat, kita dapat mengetahui tentang hasil karya manusia yang akan menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap alam lingkungannya. Sehingga kebudayaan memiliki peran :
1. suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya
2. wadah untuk menyalurkan perasan dan kemampuan lain
3. sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. pembeda manusia dengan binatang
5. petunjuk-petunjuk tentang bagaimana harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan
6. pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimnaa seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya jikga berhubungan dengan orang lain
7. sebagai modal dasar pembangunan

Kebudayaan masyarkat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan di dalamnya.

Arti islam dan filsafat pendidikan islam

Islam adalah keselamatan, aturan, pembeda, agama. Sedangkan agama Islam adalah agama wahyu, agama samawi atau agama yang Allah ridhoi. Setelah kita ketahui beberapa point dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
  • Filsafat Pendidikan Islam adalah konsep berpikir tentang kependidikan yang berlandaskan ajaran-ajaran agama Islam tentang hakikat kemampuan manusia untuk dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seluruh kepribadiannya dijiwai oleh ajaran Islam.
Dengan mempelajari filsafat pendidikan islam berarti memasuki arena pemikiran yang mendasar, sistematik, logis, dan universal tentang pendidikan yang bersumber dari ajaran-ajaran Islam.

Asal-usul Tangerang disebut juga sebagai Kota “Benteng”

Untuk mengungkapkan asal-usul tangerang sebagai kota “Benteng”, diperlukan catatan yang menyangkut perjuangan. Menurut sari tulisan F. de Haan yang diambil dari arsip VOC,resolusi tanggal 1 Juni 1660 dilaporkan bahwa Sultan Banten telah membuat negeri besar yang terletak di sebelah barat sungai Untung Jawa, dan untuk mengisi negeri baru tersebut Sultan Banten telah memindahkan 5 sampai 6.000 penduduk.
Kemudian dalam Dag Register tertanggal 20 Desember 1668 diberitakan bahwa Sultan Banten telah mengangkat Radin Sina Patij dan Keaij Daman sebagai penguasa di daerah baru tersebut. Karena dicurigai akan merebut kerajaan, Raden Sena Pati dan Kyai Demang dipecat Sultan. Sebagai gantinya diangkat Pangeran Dipati lainnya. Atas pemecatan tersebut Ki Demang sakit hati. Kemudian tindakan selanjutnya ia mengadu domba antara Banten dan VOC. Tetapi ia terbunuh di Kademangan.
Dalam arsip VOC selanjutnya, yaitu dalam Dag Register tertanggal 4 Maret 1980 menjelaskan bahwa penguasa Tangerang pada waktu itu adalah Keaij Dipattij Soera Dielaga. Kyai Soeradilaga dan putranya Subraja minta perlindungan kompeni dengan diikuti 143 pengiring dan tentaranya (keterangan ini terdapat dalam Dag Register tanggal 2 Juli 1982). Ia dan pengiringnya ketika itu diberi tempat di sebelah timur sungai, berbatasan dengan pagar kompeni.
Ketika bertempur dengan Banten, ia beserta ahli perangnya berhasil memukul mundur pasikan Banten. Atas jasa keunggulannya itu kemudian ia diberi gelar kehormatan Raden Aria Suryamanggala, sedangkan Pangerang Subraja diberi gelar Kyai Dipati Soetadilaga. Selanjutnya Raden Aria Soetadilaga diangkat menjadi Bupati Tangerang I dengan wilayah meliputi antara sungai Angke dan Cisadane. Gelar yang digunakannya adalah Aria Soetidilaga I. Kemudian dengan perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 17 April 1684, Tangerang menjadi kekuasaan kompeni, Banten tidak mempunyai hak untuk campur tangan dalam mengatur tata pemerintahan di Tangerang. Salah satu pasal dari perjanjian tersebut berbunyi: “Dan harus diketahui dengan pasti sejauh mana batas-batas daerah kekuasaan yang sejak masa lalu telah dimaklumi maka akan tetap ditentukan yaitu daerah yang dibatasi oleh sungai Untung Jawa atau Tangerang dari pantai Laut Jawa hingga pegunungan-pegunungan sejauh aliran sungai tersebut dengan kelokan-kelokannya dan kemudian menurut garis lurus dari daerah Selatan hingga utara sampai Laut Selatan. Bahwa semua tanah disepanjang Untung Jawa atau Tangerang akan menjadi milik atau ditempati kompeni”
Dengan adanya perjanjian tersebut daerah kekuasaan bupati bertambah luas sampai sebelah barat sungai Tangerang. Untuk mengawasi Tangerang maka dipandang perlu menambah pos-pos penjagaan di sepanjang perbatasan sungai Tangerang, karena orang-orang Banten selalu menekan penyerangan secara tiba-tiba. Menurut peta yang dibuat tahun 1962, pos yang paling tua terletak di muara sungai Mookervaart, tepatnya disebelah utara Kampung Baru. Namun kemudian ketika didirikan pos yang baru, bergeserlah letaknya ke sebelah Selatan atau tepatnya di muara sungai Tangerang.
Menurut arsip Gewone Resolutie Van hat Casteel Batavia tanggal 3 April 1705 ada rencana merobohkan bangunan-bangunan dalam pos karena hanya berdinding bambu. Kemudian bangunannya diusulkan diganti dengan tembok. Gubernur Jenderal Zwaardeczon sangat menyetujui usulan tersbut, bahkan diinstruksikan untuk membuat pagar tembok mengelilingi bangunan-bangunan dalam pos penjagaan. Hal ini dimaksudkan agar orang Banten tidak dapat melakukan penyerangan. Benteng baru yang akan dibangun untuk ditempati itu direncanakan punya ketebalan dinding 20 kaki atau lebih. Disana akan ditempatkan 30 orang Eropa dibawah pimpinan seorang Vandrig(Peltu) dan 28 orang Makasar yang akan tinggal diluar benteng. Bahan dasar benteng adalah batu bata yang diperoleh dari Bupati Tangerang Aria Soetadilaga I.
Setelah benteng selesai dibangun personilnya menjadi 60 orang Eropa dan 30 orang hitam. Yang dikatakan orang hitam adalah orang-orang Makasar yang direkrut sebagai serdadu kompeni. Benteng ini kemudian menjadi basis kompeni dalam menghadapi pemberontakan dari Banten. Kemudian pada tahun 1801, diputuskan untuk memperbaiki dan memperkuat pos atau garnisun itu, dengan letak bangunan baru 60 roeden agak ke tenggara, tepatnya terletak disebelah timur Jalan Besar pal 17. Orang-orang pribumi pada waktu itu lebih mengenal bangunan ini dengan sebutan “Benteng”. Sejak itu, Tangerang terkenal dengan sebutan Benteng. Benteng ini sejak tahun 1812 sudah tidak terawat lagi, bahkan menurut “Superintendant of Publik Building and Work” tanggal 6 Maret 1816 menyatakan: “…Benteng dan barak di Tangerang sekarang tidak terurus, tak seorangpun mau melihatnya lagi. Pintu dan jendela banyak yang rusak bahkan diambil orang untuk kepentingannya”

Sabtu, 22 Oktober 2016

Sam ratulangi

Profil Sam Ratulangi   

Biografi Sam Ratulangi - Sang Pahlawan Nasional
Nama : Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi
Tempat Lahir : 5 November 1890, Tondano, Sulawesi Utara
Meninggal : 30 Juni 1949, Jakarta, Indonesia (umur 58 tahun)
Makam : Tondano
Agama : Kristen
Warga Negara : Indonesia

   Biografi Sam Ratulangi   

Dr. Gerungan Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal sebagai Sam Ratulangi adalah pahlawan ala tondano dan Manado Sulawesi utara. Ia adalah seorang akademisi yang Sangat terkenal. Ia mulai pejalan pendidikannya di sebuah seolah dasar milik Belanda hingga ke sekolah raja setara SMA. Selanjutnya ia bisa memperoleh gelar ijazah guru ilmu pasti dari University di Amsterdam Belanda. Sungguh biografi Sam Ratulangi adalah seorang akademisi ilmu pasti yang sangat cerdas.
Ia lalu melanjutkan sekolahnya di Swiss dan mengambil gelar masternya di universitas of Zurich. Di sana ia juga melanjutkan ke tingkat doktor hingga dia sekarang sudah memperoleh gelar sebagai doktor ilmu pasti dan ilmu alam. Ia sangat berjasa dalam perjuangan melawan pembodohan dan kolonialisme Belanda di Manado. Ia memperjuangkan pendidikan masyarakatnya dengan baik. Ia juga ditunjuk atau terpilih sebagai gubernur pertama Sulawesi utara yang membawa kemajuan dan perubahan di Sulawesi utara. Ia adalah pejuang pendidikan dan masyarakat yang gigih. Oleh karena itu namanya banyak diabadikan dan selain itu ia juga bergelar pahlawan nasional Indonesia. biografi Sam Ratulangi pun berlanjut.

Soekarno dan Sam Ratulangi
Soekarno dan Sam Ratulangi
Selanjutnya dam Ratulangi banyak menghabiskan waktunya selama menjadi gubernur untuk kepentingan masyarakat Sulawesi khususnya tanah kelahiran yatondano dan kota Manado. Os adalah seorang yang cerdas. Oleh karena itu dia bisa meraih gelar doktor di bidang ilmu alam dengan mudah tanpa ada halangan yang berarti. Dia juga cukup dihormati sebagai seorang akademisi hingga perjalanan sekolahnya sang dam Ratulangi cukup mulus.Biografi sam Ratulangi pun berlanjut.

Ia pun diberi gelar pahlawan nasional dan namanya diabadikan menjadi nama bandara internasional di Manado yang disebut bandara internasional sam Ratulangi. Selain itu namanya juga dikenang di jalan jalan di Sulawesi dan dan daerah daerah lainnya di Indonesia. kegigihan dam Ratulangi dalam mencari ilmu juga bisa jadi contoh bagi kita semua. Demikian biografi Sam Ratulangi.

Nah, anda sekarang lebih mengetahui tentang biografi Sam Ratulangi. Seorang tokoh pahlawan dan pendidikan serta pejuang birokrasi di masnya yang begitu mengedepankan kepentingan masyarakat di Atas kepentingan pribadinya. Ia jua merupakan contoh akademisi yang baik serta gigih yang dapat diteladani oleh anak anak agar mereka juga meniru perjuangan para pahlawannya termasuk perjuangan dam Ratulangi. Sekarang banyak sekali anak-anak dan generasi muda yang tak memperdulikan atau kurang serius ala menempuh pendidikannya. Oleh karena itu perjuangan para pahlawan. Lalu bagaimana dengan kita putra putri bangsa mas kini yang justru malah banyak membebani bangsa serta negara. Ingatlah pedoman dari sam Ratulangi. Seorang manusia belum bisa dikatakan manusia jika belum dapat memanusiakan manusia lainnya.

Selasa, 18 Oktober 2016

Wisata religi di masjid agung banten

Masjid Agung Banten. Banten terkenal dengan berbagai macam objek wisata yang menjadi tempat kunjungan para wisatawan. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata religi hingga wisata kebudayaan semuanya ada di provinsi Banten ini. Salah satu yang terkenal dari provinsi Banten adalah kultur agama Islam yang masih kental tertanam di tanah Banten.  Tidak heran jika wisata religi yang terdapat di provinsi Banten selalu ramai dikunjungi wisatawan maupun para peziarah yang datang hampir dari seluruh penjuru negera. Terutama pada saat bertepatan dengan hari-hari besar keagamaan agama Islam. Wisata religi di provinsi ini akan dipenuhi oleh lautan manusia yang tidak berhenti silih berganti datang dan pergi. Jumlahnya bisa mencapai ratusan bahkan mungkin ribuan.

Salah satu tempat wisata religi yang banyak dikenal orang sepenjuru negara adalah Masjid Agung Banten. Masjid yang terkenal dan bersejarah ini terletak di desa Banten kecamatan Kasemen kabupaten Serang provinsi Banten. Bangunan ini berbatasan dengan perkampungan di sebelah utara, barat dan selatan serta alun-alun di sebelah timur.  Masjid ini adalah salah satu masjid tertua yang ada di nusantara. Masjid Agung Banten merupakan masjid pusat penyebaran agama Islam di Banten. Masjid ini dibangun pada masa kesultanan Sultan Maulana Hasanuddin yang merupakan sultan pertama dari kesultanan Banten.
Salah satu keistimewaan Masjid Agung Banten adalah masjid ini dibangun oleh tiga orang arsitektur yang berbeda sehingga mempunyai ciri khas tiap-tiap arsitektur yang membangunnya. Yang pertama adalah Raden Sepat, arsitek Majapahit yang juga membangun beberapa masjid di nusantara. Yang kedua adalah arsitektur dari Tiongkok yang bernama Cek Ban Su yang ikut ambil bagian dan memberikan pengaruh kuat pada bentuk atap masjid yang bentuknya bersusun 5, mirip dengan pagoda Tiongkok pada umumnya.  Arsitek ketiga adalah Hendrik Lucaz Cardeel yang merupakan arsitek dari Belanda yang kabur dari Batavia. Ia ikut turut andil dalam membangun Tiyamah serta Menara Masjid  di komplek Masjid Agung Banten. Tiyamah adalah bangunan bertingkat bergaya Belanda kontemporer yang pada dahulu digunakan untuk pertemuan penting, namun sekarang dialih fungsikan sebagai tempat museum benda peninggalan.  Menara Banten yang unik tersebut tidak tampak seperti menara masjid pada umumnya. Bentuknya mengingatkan kita pada mercusuar buatan Belanda yang juga ada di Anyer. Pengunjung dapat naik ke puncak menara dengan menaiki 83 anak tangga dan lorong sempit. Secara keseluruhan, komplek Masjid Agung Banten adalah sebuah komplek Masjid seluas 1.3 Ha yang terdiri dari bangunan masjid, serambi pemakaman di kiri, tiyamah di kanan, menara dan tempat pemakaman di sisi utara.

Keunikan dan keindahan arsitektur Masjid merupakan salah satu daya tarik wisatawan dan para peziarah yang datang. Selain tentunya untuk beribadah dan berziarah, anda dapat menikmati keindahan arsitektur yang ada di komplek masjid ini.  Selain wisata religi dan wisata sejarah, Masjid Agung Banten juga masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah pada umumnya. Masjid ini biasanya ramai pada waktu tertentu. Selain beribadah dan berwisata, pengunjung juga biasanya berziarah ke makam tua yang ada di komplek Masjid Agung Banten.

Senin, 17 Oktober 2016

Immanuel kant

Dilihat dari riwayat hidupnya, Immanuel Kant adalah seseorang yang sederhana. Selama hidupnya Kant menetap di Prusia dan mengalami masa peperangan tujuh tahun sewaktu Rusia menaklukkan Prusia Timur. Ia juga hidupdalam masa revolusi Perancis dan masa kejayaan Napoleon.
Selama hidupnya jarang sekali ia bepergian lebih dari 70 km dari tempat tinggalnya. Immanuel Kant dilahirkan di Koenigsberg, suatu kota di Prusia Timur, Jerman pada tanggal 22 April 1724, dari keluarga pembuat dan penjual alat-alat dari kulit untuk keperluan menunggang kuda.  Semula namanya ditulis dengan Cant, tetapi karena adanya perubahan ejaan yang menentukan bahwa huruf C juga dibaca seperti S, maka untuk tidak membuat meragukan orang yangmengenalnya, nama itu ditulis seperti yang dikenal orang sekarang. Perubahan itu telah terjadi pada zaman neneknya. Perhatian bagi hal-hal kecil semacam itu antara lain yang mempengaruhi sikap hidup Kant yang serba teliti lebih-lebih dalam hal pembagian waktu, sampai ia terkenal sebagai seorang profesor yang bekerja menurut waktu yang telah ditentukannya.
Kehidupannya sebagai filsuf di bagi dalam dua periode: zaman pra-kritis dan zaman kritis. Pada zaman pra-kritis ia menganut pendirian rasionalis yangdilancarkan oleh  Wolft. Tetapi karena terpengaruh oleh Hume berangsur-angsur Kant meninggalkan rasionalisme. Ia sendiri mengatakan bahwa Hume itulah yang membangunkannya dari tidur dogmatisnya. Pada zaman kritisnya, kant merubah wajah filsafatnya secara radikal. Ia menanamkan filsafatnya sekaligus mempertanggungkannya dengan dogmatisme.
Tiga Pokok Pemikiran Immanuel Kant
Immanuel Kant seorang filsuf termasyhur dari Jerman memiliki tiga pokok pemikiran yang harus diketahui terlebih dahulu, dikarenakan pemikirannya begitu original dan terlihat berbeda dari pemikiran para filsuf sebelumnya terutama berangkat dari filsuf Inggris bernama David Hume. Berikut ini pokok pemikirnnya:
  1. Panca indera, akal budi dan rasio. Kita sudah tahu tentang arti empirisme yang mementingkan pengalaman inderawi dalam memperoleh pengetahuan dan rasionalisme yang mengedepankan penggunaan rasio dalam memperoleh pengetahuan, tetapi rasio yang kita ketahui adalah sama dengan akal dan logis, namun Kant memberi definisi berbeda. Pada Kant istilah rasio memiliki arti yang baru, bukan lagi sebagai langsung kepada pemikiran, tetapi sebagai sesuatu yang ada “di belakang” akal budidan pengalaman inderawi. Dari sini dapat dipilah bahwa ada tiga unsur yaitu akal budi (Verstand), rasio (Vernunft) dan pengalaman inderawi.
  2. Dalam filsafatnya Kant mencoba untuk mensinergikan antara rasionalisme dan empirisme. Ia bertujuan untuk membuktikan bahwa sumber pengetahuan itu diperoleh tidak hanya dari satu unsur saja melainkan dari dua unsur yaitu pengalaman inderawi dan akal budi. Pengetahuan a-priori merupakan jenis pengetahuan yang datang lebih dulu sebelum dialami, seperti misalnya pengetahuan akan bahaya, sedankan a-posteriori sebaliknya yaitu dialami dulu baru mengerti misalnya dalam menyelesaikan Rubix Cube. Kalau salah satunya saja yang dipakai misalnya hanya empirisme saja atau rasionalisme saja maka pengetahuan yang diperoleh tidaklah sempurna bahkan bisa berlawanan. Filsafat Kant menyebutkan bahwa pengetahuan merupakan gabungan (sintesis) antara keduanya.
  3. Dari sini timbullah bahwa Kant adalah seorang Kopernikan dalam bidang filsafat. Sebelum Kant, filsafat hampir selalu memandang bahwa orang (subjek) yang mengamati objek, tertuju pada objek, penelitian objek dan sebagainya. Kant memberikan arah yang sama sekali baru, merupakan kebalikan dari filsafat sebelumnya yaitu bahwa objeklah yang harus mengarahkan diri kepada subjek. Kant dapat dikatakan sebagai seorang revolusioner karena dalam ranah Filsafat Immanuel Kant pengetahuan ia tidak memulai pengetahuan dari objek yang ada tetapi dari yang lebih dekat terlebih dahulu yaitu si pengamat objek (subjek). Dengan ini tambah lagi salah satu fungsi filsafat yaitu membongkar pemikiran yang sudah dianggap mapan dan merekonstruksikannya kembali menjadi satu yang fresh, logis, dan berpengaruh.
           Pemikiran Kritisisme Immanuel Kant Filsafat yang dikenal dengan kritisisme adalah filsafat yang diintrodusir oleh Immanuel kant. Kritisisme adalah filsafat yang memulai perjalanannya dengan terlebih dahulu menyelidiki kemampuan dan batas-batas rasio. Perkembangan ilmu Immanuel Kant mencoba untuk menjebatani pandangan Rasionalisme dan Empirisisme, teori dalam aliran filsafat Kritisisme adalah sebuah teori pengetahuan yang berusaha untuk mempersatukan kedua macam unsur dari filsafat Rasionalisme dan disini kekuatan kritis filsafat sangatlah penting, karena ia bisa menghindari kemungkinan ilmu pengetahuan menjadi sebuah dogma. Filsafat ini memulai pelajarannya dengan menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Oleh karena itu, kritisisme sangat berbeda dengan corak filsafat modern sebelumnya yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak. Isi utama dari kritisisme adalah gagasan Immanuel Kant tentang teori pengetahuan, etika dan estetika. Gagasan ini muncul karena adanya pertanyaan-pertanyaan mendasar yang timbul pada pemikiran Immanuel Kant. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:
1.           Apakah yang dapat kita ketahui?
2.           Apakah yang boleh kita lakukan?
3.           Sampai di manakah pengharapan kita?
4.           Apakah manusia itu?
Ciri-ciri kritisisme dapat disimpulkan dalam tiga hal:
  1. Menganggap bahwa objek pengenalan itu berpusat pada subjekdan bukan pada objek.
  2. Menegaskan keterbatasan kemampuan rasio manusia untuk mengetahui realitas atau hakikat sesuatu; rasio hanyalah mampu menjangkau gejalanya atau fenomenanya saja.
  3. Menjelaskan bahwa pengenalan manusia atas sesuatu itu diperoleh atas perpaduan antara peranan unsur anaximanesa priori  yang berasal dari rasio serta berupa ruang dan waktu dan peranan unsur aposteriori  yang berasal dari pengalaman yang berupa materi.
          Selain beberapa hal terebut di atas Immanuel Kant terkenal dengan 12 Kategori Kant. Apa saja yang termasuk, berikut ini adalah 12 kategori Kant:
  1.      Unitas
  2.      Pluralitas
  3.      Tolalitas
  4.      Realitas
  5.      Negasi
  6.      Pembatasan
  7.      Inheren dan Penghidupan (Substansi dan Aksiden)
  8.      Kausalitas dan Ketergantungan ( Sebab dan Akibat)
  9.      Pertukaran antara komunitas antara Agen dan Pasien
  10.      Kemungkinan – kemustahilan
  11.      Eksistensi dan Noneksistensi
  12.      Pendelegasian kepentinga

Minggu, 16 Oktober 2016

Dimensi filsafat dalam agama

Apabila dikaji hubungan antara filsafat dan agama dalam sejarah kadang-kadang dekat dan baik, dan kadang-kadang jauh dan buruk. Ada kalanya para agamawan merintis perkembangan filsafat. Ada kalanya pula orang beragama merasa terancam oleh pemikiran para filosof yang kritis dan tajam. Para filosof sendiri kadang-kadang memberi kesan sombong, sok tahu, meremehkan wahyu dan iman sederhana umat.
Kadang-kadang juga terjadi bentrokan, di mana filosof menjadi korban kepicikan dan kemunafikan orang-orang yang mengatasnamakan agama. Socrates dipaksa minum racun atas tuduhan atheisme padahal ia justru berusaha mengantar kaum muda kota Athena kepada penghayatan keagamaan yang lebih mendalam. Filsafat Ibn Rusyd dianggap menyeleweng dari ajaran-ajaran Islam, ia ditangkap, diasingkan dan meninggal dalam pembuangan. Abelard (1079-1142) yang mencoba mendamaikan iman dan pengetahuan mengalami pelbagai penganiayaan. Thomas Aquinas (1225-1274), filosof dan teolog terbesar Abad Pertengahan, dituduh kafir karena memakai pendekatan Aristoteles (yang diterima para filosof Abad Pertengahan dari Ibn Sina dan Ibn Rusyd). Giordano Bruno dibakar pada tahun 1600 di tengah kota Roma. Sedangkan di zaman moderen tidak jarang seluruh pemikiran filsafat sejak dari Auflklarung dikutuk sebagai anti agama dan atheis.
Pada akhir abad ke-20, situasi mulai jauh berubah. Baik dari pihak filsafat maupun dari pihak agama. Filsafat makin menyadari bahwa pertanyaan-pertanyaan manusia paling dasar tentang asal-usul yang sebenarnya, tentang makna kebahagiaan, tentang jalan kebahagiaan, tentang tanggungjawab dasar manusia, tentang makna kehidupan, tentang apakah hidup ini berdasarkan sebuah harapan fundamental atau sebenarnya tanpa arti paling-paling dapat dirumuskan serta dibersihkan dari kerancuan-kerancuan, tetapi tidak dapat dijawab. Keterbukaan filsafat, termasuk banyak filosof Marxis, terhadap agama belum pernah sebesar dewasa ini.
Sebaliknya agama, meskipun dengan lambat, mulai memahami bahwa sekularisasi yang dirasakan sebagai ancaman malah membuka kesempatan juga. Kalau sekularisasi berarti bahwa apa yang duniawi dibersihkan dari segala kabut adiduniawi, jadi bahwa dunia adalah dunia dan Allah adalah Allah, dan dua-duanya tidak tercampur, maka sekularisasi itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang selalu menjadi keyakinan dasar monotheisme. Sekularisasi lantas hanya berarti bahwa agama tidak lagi dapat mengandalkan kekuasaan duniawi dalam membawa pesannya, dan hal itu justru membantu membersihkan agama dari kecurigaan bahwa agama sebenarnya hanyalah suatu legitimasi bagi sekelompok orang untuk mencari kekuasaan di dunia. Agama dibebaskan kepada hakekatnya yang rohani dan adiduniawi (agama, baru menjadi saksi kekuasaan Allah yang adiduniawi apabila dalam mengamalkan tugasnya tidak memakai sarana-sarana kekuasaan, paksaan dan tekanan duniawi.
Kritik ideologi itu dibutuhkan agama dalam dua arah. Pertama terhadap pandangan-pandangan saingan, terutama pandangan-pandang- an yang mau merusak sikap jujur, takwa dan bertanggungjawab. Fisafat tidak sekedar mengutuk apa yang tidak sesuai dengan pandangan kita sendiri, melainkan mempergunakan argumentasi rasional. Agama sebaiknya menghadapi ideologi-ideologi saingan tidak secara dogmatis belaka, jadi hanya karena berpendapat lain, melainkan berdasarkan argumentasi yang obyektif dan juga dapat dimengerti orang luar.
Arah kedua menyangkut agamanya sendiri. Filsafat dapat mempertanyakan, apakah sesuatu yang oleh penganut agama dikatakan sebagai termuat dalam wahyu Allah, memang termasuk wahyu itu. Jadi, filsafat dapat menjadi alat untuk membebaskan ajaran agama dari unsur-unsur ideologis yang menuntut sesuatu yang sebenarnya tidak termuat dalam wahyu, melainkan hanya berdasarkan sebuah interpretasi subyektif. Maka filsafat membantu pembaharuan agama. Berhadapan dengan tantangan-tantangan zaman, agama tidak sekedar menyesuaikan dirinya, melainkan menggali jawabannya dengan berpaling kembali kepada apa yang sebenarnya diwahyukan oleh Allah.
Sumber :
ferrywn.blogspot.com/2013/10/dimensi-dimensi-dalam-filsafat.htmlDimensi Filsafat dalam Agama

Aliran matematika

ada tiga aliran yang digunakan sebagai acuan berpikir, yaitu: logicism, formalisme dan Intuisionisme. Aliran pemikiran ini tidak sepenuhnya dikembangkan sampai abad kedua puluh, tapi Korner (1960) menunjukkan bahwa akar filosofis mereka dapat ditelusuri kembali setidaknya sejauh Leibniz dan Kant.
  1. Logisme
Logisme memandang bahwa Matematika sebagai bagian dari logika. Pernyataan ini dikemukakan oleh G. Leibniz. Dua pernyataan penting yang dikemukakan di dalam aliran ini, yaitu:
  1. Semua konsep matematika secara mutlak dapat disederhanakan pada konsep logika
  2. Semua kebenaran matematika dapat dibuktikan dari aksioma dan aturan melalui penarikan kesimpulan secara logika semata.
Tujuan dari tuntutan ini jelas. Jika semua matematika dapat diekspresikan dalam teorema logika murni dan dibuktikan dari prinsip-prinsip logika sendiri, kemudian kepastian dari ilmu matematika dapat dikurangi untuk dan dari logika itu. Logika disadari untuk menyediakan sebuah dasar yang pasti atas kebenaran, sebagian dari ambisi yang berlebihan mencoba untuk menyampaikan logika, seperti hukum Frege yang kelima. Dengan demikian jika membantu, program logika akan menyediakan dasar logika yang pasti untuk pengetahuan matematika, melahirkan kembali kepastian yang mutlak dalam matematika
Whitehead dan Russel (1910-13) mampu membangun yang pertama dari dua tuntutan melalui arti dari defenisi berantai. Bagaimanapun logika dibangun pada tuntutan yang kedua. Matematika meminta aksioma non logika seperti aksioma tidak terbatas (himpunan semua bilangan asli adalah tidak terbatas). Dan aksioma pilihan(hasil cartesian dari himpunan kosong adalah himpunan kosong itu sendiri). Russel mengekspresikannya pada dirinya sendiri sebagai pengikut.
            Tetapi walaupun semua dalil  logika (atau matematika) dapat diekspresikan seluruhnya dalam teorema dari logika konstanta bersama dengan variable, itu bukanlah masalah bahwa, sebaliknya, semua dalil itu dapat diekspresikan dalam cara logika ini. kita telah menemukan sejauh kepentingan tetapi bukan sebuah standar yang perlu dari dalil matematika. Kita perlu menentukan karakter dari ide kuno dalam teorema yang mana semua ide dalam matematika dapat ditentukan. Tetapi bukanlah dalil kuno dari semua dalil dalam matematika dapat dibuktikan secara deduktif. Ini adalah sebuah masalah yang lebih sulit, yang mana belum diketahui apa jawaban seutuhnya.
            Kita boleh mengambil aksioma dari jumlah tak berakhir sebagai sebuah contoh dari dalil yang, mengira itu dapat disebut dalam teorema logika. Tidak dapat dinyatakan oleh logika untuk menjadi benar.
            Dengan demikian, tidak semua teorema dalam matematika dan karenanya tidak semua kebenaran dalam matematika dapat diperolah dari aksioma logika sendiri. Ini berarti bahwa aksioma matematika tidaklah menghapuskan rasa dari logika itu. Teorema matematika tergantung pada sebuah himpunan anggapan matematika yang tidak dapat dibagi lagi.tentu saja, sejumlah aksioma matematika yang penting berdiri sendiri, dan juga mereka atau ingkaran mereka dapat diadopsi tanpa ketidakkonsistenan (Cohen, 1966). Dengan demikian tuntutan yang kedua ditolak.
Untuk mengatasi masalah ini, Russel mundur untuk sebuah versi pelemah dari logistic disebut “jika ketuhanan” yang mana tuntutan itu matematika murni menghadirkan pernyataan implikasi dari bentuk “A →  T”. Menurut pandangan ini, sebelumnya kebenaran matematika dibangun sebagai teorema dengan pembuktian logika. Masing – masing teorema ini (T) menjadi konsekwen dalam pernyataan implikasi. Konjungsi dari aksioma matematika (A) digunakan dalam bukti tergabung dalam pernyataan implikasi sebagai antiseden (dalam Carnap, 1931). Jadi, semua asumsi matematika (A) yang mana tergantung pada teorema sekarang digabungkan ke dalam bentuk teorema yang baru (AT), menghindarkan kebutuhan untuk aksioma matematika.
            Banyak manipulasi untuk sebuah pengakuan bahwa matematika adalah sistem hipotesis deduktif, dimana konsekwensi dari himpunan asumsi aksioma di eksplorasi, tanpa menegaskan kebenaran yang diperlukan dalam matematika.
            Sayangnya, perangkat ini juga mengarah pada kegagalan, karena tidak semua kebenaran matematika, seperti aritmatika Peano konsisten dapat dinyatakan sebagai pernyataan implikasi seperti pendapat Marchover (1983).
             Keberatan yang kedua, yang terlepas dari validitas dari dua tuntutan logicit, yang merupakan alasan utama untuk menolak formalisme. Ini adalah teorema ketidaklengkapan Godel, yang menetapkan bahwa pembuktian deduktif cukup untuk menunjukkan semua kebeanaran matematika. Oleh karena itu pengurangan kesuksesan dari aksioma matematika untuk logika masih tidak akan cukup untuk derivasi dari semua kebenaran matematika.
            Keberatan yang ketiga yang mungkin menyangkut kepastian dan keandalan yang mendasari logika. Hal ini tergantung pada keterujian dan pendapat, asumsi yang dibenarkan.
            Dengan demikian program logika mengurangi kepastian pengetahuan matematika untuk itu logika gagal dalam prinsip. Logika tidak menyediakan dasar yang pasti untuk pengetahuan matematika.
  1. Formalisme
     Dalam istilah populer, formalisme merupakan pandangan bahwa sebuah permainan formal yang tidak berarti yang dimainkan dengan tanda-tanda diatas kertas, mengikuti aturan-aturan.
            Jejak filsafat dari formalis matematika dapat ditemukan dalam tulisan – tulisan Uskup Berkeley, tetapi pendukung utama formalisme adalah David Hilbert (1925), awalnya J. Von Neumann (1931) dan H. Curry (1951). Program formalis Hilbert bertujuan untuk menerjemahkan matematika kedalam sistem tafsiran formal. Dengan arti yang terbatas tetapi bermakna sistem formal  metamatematika terbukti memadai untuk matematika, dengan menurunkan keformalan dari semua kebenaran matematika, dan aman untuk matematika melalui bukti yang konsisten.
 Menurut Ernest (1991) formalis memiliki dua tesis, yaitu
  1. Matematika dapat dinyatakan sebagai sistem formal yang tidak dapat ditafsirkan sembarangan, kebenaran matematika disajikan melalui teorema-teorema formal.
  2. Keamanan dari sistem formal ini dapat didemostrasikan dengan terbebasnya dari ketidak konsistenan.
Kekuranglengkapan teorema Kurt Godel (Godel, 1931) menunjukkan bahwa program tidak bisa dipenuhi. Teorema yang pertama menunjukkan bahwa tidak semua kebenaran aritmatika dapat diturunkan dari aksioma Peano ( atau beberapa himpunan aksioma yang lebih rekursif luas).
Hasil pembuktian-teori ini sejak itu sudah dicontohkan dalam matematika oleh Paris dan Harrington, yang merupakan teorema versi Ramsey benar tetapi tidak dapat dibuktikan dalam aritmatika Peano (Barwise, 1977). Ketidaklengkapan teorema yang kedua menunjukkan bahwa dalam kasus konsistensi yang diinginkan membuktikan sebuah meta-matematika lebih kuat daripada sistem yang akan dijaga, yang mana jadinya tidak terjaga samasekali. Misalnya, untuk membuktikan konsistensi aritmatika Peano mengharuskan semua aksioma sistem itu dan selanjutnya asumsi, seperti sistem induksi transfinite atas nomor urutan hitung (Gentzen, 1936)
Program formalis, seandainya berhasil, akan memberikan dukungan untuk sebuah pandangan kebenaran absolut matematika. Untuk bukti formal berbasis dalam konsistensi sistem matematika formalakan memberikan ujian untuk kebenaran matematika. Namun, dapat dilihat bahwa dalam  kedua tuntutan formalisme telah disangkal. Tidak semua kebenaran matematika dapat dipresentasikan sebagai teorema dalam sistem formal, dan selanjtunya sistem itu sendiri tidak dapat dijamin kebenarannya.
C.Intuisionisme
Intuisionisme seperti L.E.J. Brouwer (1882-1966), berpendapat bahwa matematika suatu kreasi akal budi manusia. Bilangan, seperti cerita bohong adalah hanya entitas mental, tidak akan ada apabila tidak ada akal budi manusia memikirkannya. Selanjutnya intuisionis menyatakan bahwa obyek segala sesuatu termasuk matematika, keberadaannya hanya terdapat pada pikiran kita, sedangkan secara eksternal dianggap tidak ada. Kebenaran pernyataan tidak diperoleh melalui kaitan dengan obyek realitas, oleh karena itu intusionisme tidak menerima kebenaran logika bahwa yang benar itu atau bukan p (Anglin, 1994). Intuisionisme mengaku memberikan suatu dasar untuk kebenaran matematika menurut versinya, dengan menurunkannya (secara mental) dari aksima-aksioma intuitif tertentu, penggunaan intuitif merupakan metode yang aman dalam pembuktian. Pandangan ini berdasarkan pengetahuan yang eksklusifpada keyakinan yang subyektif. Tetapi kebenaran absolut (yang diakui diberikan intusionisme) tidak dapat didasarkan pada padangan yang subyektif semata (Ernest, 1991). Ada berbagai macam keberatan terhadap intusionisme, antara lain; (1) intusionisme tidak dapat mempertanggung jawabkan bahwa obyek matematika bebas, jika tidak ada manusia apakah 2 + 2 masih tetap 4; (2) matematisi intusionisme adalah manusi timpang yang buruk dengan menolak hukum logika p atau bukan p dan mengingkari ketakhinggaan, bahwa mereka hanya memiliki sedikit pecahan pada matematika masa kini. Intusionisme, menjawab keberata tersebut seperti berikut; tidak ada dapat diperbuat untuk manusia untuk mencoba membayangkansuatu dunia tanpa manusia; (2) Lebih baik memiliki sejumlah sejumlah kecil matematika yang kokoh dan ajeg dari pada memiliki sejumlah besar matematika yang kebanyakan omong kosong (Anglin, 1994

Sabtu, 15 Oktober 2016

Mengenal Pemikiran R.Ng Ronggowarsito

Dari karya-karya Ronggowarsito, akan kelihatan bahwa pemikirannya banyak dipengaruhi oleh kepustakaan Islam kejawen, tradisi dan kepustakaan Jawa. Pembahasan dan pemikiran Ronggowarsito, terpusat untuk merumuskan kembali pokok-pokok pemikiran yang terdapat dalam perbendaharaan kepustakaan Jawa dan Islam kejawen. Sehingga karya-karya Ronggowarsito pada umumnya mencerminkan perpaduan antara alam pikiran Jawa dengan ajaran Agama Islam.

Ronggowarsito yang hidup semenjak tahun 1802 sampai tahun 1873, dengan sendirinya mengalami berbagai macam pergolakan dan perubahan-perubahan suasana politik dalam lingkungan istana. Setiap perubahan sikap politik dalam hubungan dengan pemerintahan kolonial Belanda, langsung atau tidak langsung pasti mempengaruhi kedudukan pejabat-pejabat istana.

Karena melihat korupsi yang terjadi di istana dan masyarakat, serta berbagai tindakan amoral dan keadaan yang memprihatinkan di masyarakatnya, Ronggowarsito yang berperan sebagai pujangga istana serta penyambung lidah rakyat kemudian menuliskan keadaan zamannya tersebut dalam bentuk karya sastra.

Menurut Ronggowarsito, ada tiga macam pembagian zaman. Yakni zaman edan atau Kalatidha yaitu ditandai dengan adanya pola pikir yang salah. Hal ini diungkapkan dalam Serat Kalatidha sebagai berikut:
Amenangi jaman edan/ewuh aya ing pambudi/melu edan nora tahan/yen tan melu anglakoni/boya kaduman melik/kaliren wekasanipun/dilalah karsa Allah/begja-begjane kang lali/luwih begja kang eling lawan waspada.

Artinya:

Mengalami zaman gila, serba sulit dalam pemikiran, ikut menggila tidak tahan, kalau tidak ikut (menggila), tidak (akan) mendapat bagian, akhirnya (mungkin) kelaparan, (tetapi) takdir kehendak Allah, sebahagia-bahagianya (orang) yang lupa, (masih) bahagia yang sadar dan waspada.

Kemudian akan diiukuti oleh Zaman Kalabendu yaitu moralitas semakin merosot disebabkan oleh pola pikir yang salah. Hal ini terdapat dalam Serat Sabda Jati sebagai berikut:

Para janma jaman pakewuh, kasudranira andadi,

daurune saya ndarung,

keh tyas mirong murang margi,

kasetyan wus ora katon.

Orang-orang dalam zaman pakewuh (edan), kerendahan budinya makin menjadi-jadi, kekacauan bertambah, banyak orang berhati sesat (buruk), melanggar peraturan yang benar, kesetiaan sudah tiada terlihat.

Yen kang uning marang sajatining kawruh,

kewuhan sajroning ati yen tan niru ora arus,

uripe kaesi-esi,

yen nirua dadi asor.

Bagi orang yang tahu akan kebenaran, dalam hati terasa ewuh (bingung), apabila tidak turut berbuat sesat, hidupnya akan menjadi merana, kalau ikut menjadi rendah budi pekertinya.

Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung,

anggelar sakalir-kalir,

kalamun temen tinemu,

kabegjane anekani,

kemurahaning Hyang Manon.

Tindakan seperti itu, berarti tak percaya akan kemurahan dan kekuasaan Tuhan, yang menciptakan segala-galanya. Apabila memohon dengan bersungguh hati, pasti mendapat anugerah dari kemurahan Tuhan.

Anuhoni kabeh kang duwe panyuwun,

yen temen-temen sayekti,

Allah aparing pitulung,

nora kurang sandhang bukti,

saciptanira kalakon.

Tuhan mengabulkan semua permohonan, apabila disertai kesungguhan, Allah pasti memberi pertolongan, tidak akan kekurangan makan serta pakaian. Segala yang diingini akan terlaksana.Lalu kemudian akan muncul Zaman Kalasuba atau zaman keemasan. Datangnya masa keemasan sebagai akhir kalabendu, terdapat dalam Serat Jakalodhang, sebagai berikut:

Sangkalane maksih nunggal jamanipun,

neng sajroning madya akir,

Wiku sapta ngesthi ratu,

ngadil pari marmeng dasih,

ing kono karsaning Manon.

Ciri waktu pada zaman itu, yakni pada pertengahan, dengan ciri tahun; wiku sapta ngesthi ratu. Itulah masa keadilan dan kemakmuran yang merata, demikian kehendak Tuhan.

Tinemune wong ngantuk anemu kethuk,

malenuk samargi-margi,

marmane bungah kang nemu,

marga jroning kethuk isi,

kancana sosotya abyor.

Waktu itu orang yang sedang mengantuk, sambil duduk saja mendapat kethuk (menemukan benda). Kethuk itu terdapat di sepanjang jalan-jalan. Orang yang mendapat riang-gembira, lantaran di dalamnya berisi emas permata yang bergemerlapan.

‌Itulah sekilas pemikiran Ronggowarsito mengenai zaman edan yang dituangkan dalam beberapa karya sastranya. Di dalam karya tersebut terdapat banyak sekali ajaran moral yang dapat diterapkan dalam konteks zaman sekarang ini

Satuan pendidikan nasional

Pengertian system : istilah system berasal dari bahasa yunani systema yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.

ISTILAH SISTEM DIPAKAI UNTUK MENUNJUK BEBERAPA PENGERTIAN


  • Dipakai untuk menunjuk adanya suatu himpunan bagian-bagian yang saling berkaitan secara alamiah sehingga menjadi suatu kesatuan yang bulat dan terpadu contoh: system tata surya 
  • System dapat menunjukan alat-alat atau organ tubuh secara keseluruhan yang mempunyai andil didalam menjalankan fungsi tubuh contoh system saraf. 
  • System dapat dipakai untuk menunjuk sehimpunan gagasan atau ide yang tersusun dan terorganisasi sehingga membentuk suatu kesatuan yang logis contoh. System pemerintahan. 
  • System dapat digunakan untuk menunjuk pada suatu cara atau metode contoh. System belajar jarak jauh

MENURUT DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SETIAP SISTEM MEMPUNYAI CIRI-CIRI SEBAGAI BERIKUT:

  • TUJUAN. Setiap system mempunyai tujuan sebagai contoh lembaga pendidikan adalah memberikan pelayanan pendidikan kepada yang membutuhkan.
  • FUNGSI-FUNGSI. Dengan adanya tujuan yang harus dicapai, oleh suatu system menuntut terlaksanya berbagai fungsi perencanaan, fungsi pelaksanaan, pengawasan dan penilaian. 
  • KOMPONEN-KOMPONEN. Sistem ini terdiri dari komponen-komponen dan masing-masing komponen memiliki fungsi khusus. 
  • INTERAKSI ATAU SALING BERHUBUNGAN. Semua system yang ada tentunya saling berinteraksi atau saling berhubungan satu dengan yang lain. 
  • PENGGABUNGAN YANG MENIMBULKAN PERPADUAN. Mengadakan suatu penggabungan dari beberapa system sehinga akan terjalin suatu keterpaduan sasaran yang diinginkan. 
  • PROSES TRANSFORMASI. Semua system mempunyai misi untuk mencapai tujuan, untuk itu diperlukan suatu proses yang memproses masukan (input) menjadi hasil (output). 
  • UMPAN BALIK UNTUK KOREKSI. Untuk mengetahui apakah masing-masing fungsi terlaksana dengan baik, maka diperlukan control untuk memberikan koreksi, hasil koreksi dijadikan bahan pertimbangan untuk penyempurnaan lebih lanjut. 
  • DAERAH BATASAN ATAU LINGKUNGAN. Antara suatu system yang satu dengan lain tentunya mempunyai daerah batasan tertentu.

Kamis, 13 Oktober 2016

Filsafat ilmu sosial

Perilaku sosial  atau yang biasa disebut dengan tindakan sosial terkadang belum tentu disebut kebenaran. Perilaku sosial disebut juga sebagai perilaku yang melibatkan pihak lain dalam bertindak. Perilaku dalam masyarakat bersifat tidak tetap dan dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan. Perilaku masing-masing individu juga berbeda satu dengan yang lainnya, sehingga kita tidak bisa mengatakan bahwa perilaku sosial seseorang individu yang satu benar dan mengatakan terhadap individu lainnya bahwa itu benar. Dalam sebuah masyarakat perilaku sosial sudah mendarah daging dan bahkan perilaku tersebut merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang, namun kebenaran dari perilaku tersebut, masih ada yang diragukan sehingga perlu dicari kebenaranya yang sesuai dengan akal budi. Oleh karena itu, dengan cara pandang filsafat ilmu sosial, perilaku sosial dapat diteliti dan di kupas secara mendalam dan meyeluruh.
Filsafat ilmu sosial merupakan sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana upaya untuk mencari sebuah kebenaran dengan menggunakan akal budi mengenai hakekat ilmu sosial, sebab-sebab munculnya, dan asal-usul ilmu dengan cara-cara yang sistematis, koheren dengan metode tertentu. Yang mana dalam ilmu itu terdapat permasalahan-permasalahan yang harus di cari kebenarannya. Kebenaran yang ada dalam filsafat ialah kebenaran yang berdasarkan pada akal budi. Kebenaran muncul seiring dengan adanya filsafat yang merupakan “induk” ilmu pengetahuan.

Selasa, 11 Oktober 2016

Tujuan filsafat pendidikan

Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.[5]

Secara umum tujuan pendidikandapat dikatakan dapat membawa anakkearah tingkat kedewasaan. Artinyamembawa anak didik agar dapat berdirisendiri (mandiri) dalam hidupnya ditengah-tengah masyarakat.

Ada empat macam tujuan pendidikan yang tingkatan dan  luasnya berlainan yaitutujuan pendidikan nasional, tujuaninstitusional dan tujuan kurikuler.

a.       Tujuan Pendidikan Nasional

Yaitu membangun kualitas yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esadan selalu dapat meningkatkankebudayaan dengan-Nya sebagai wargaNegara yang berjiwa pancasila yang mempunyai semangat dan kesadaran yang tinggi, berbudi pekerti luhur danberkepribadian yang kuat, cerdas, terampildan dapat mengembangkan danmenyuburkan tingkat demokrasi, dapatmemelihara hubungan yang baik antarasesame manusia dan denganlingkungannya, sehat jasmani, mampumegembangkan daya estetika, sanggupmembangun diri dan masyarakat.

b.      Tujuan Intitusional

Adalah perumusan secara umumpola perilaku dan pola kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu lembagapendidikan.

c.       Tujuan Kurikuler

Tujuan Kurikuler yaitu untukmencapai pola perilaku dan polakemampuan serta keterampilan yang harusdimiliki oleh lulusan suatu lembaga, yang sebenarnya merupakan tujuan intitusionaldari oleh bagan pendidikan tersebut.

d.      Tujuan instruksional

Adalah rumusan secara terperinciapa saja yang harus dikuasai oleh siswa dananak didik sesudah melewati kegiataninstruksional yang bersangkuatan denganberhasil[6]

Tujuan filsafat pendidikan yang lainnya yaitu:

1.      Dengan berfikir filsafat seseorang bisa menjadi manusia, lebih mendidik dan membangun diri sendiri.

2.      Seseorang dapat menjadi orang yang dapat berfikir sendiri.

3.      Memberikan dasar-dasar pengetahuan, memberikan pandangna yang sintesis pula sehingga seluruh pengetahuan merupakan satu kesatuan.

4.      Hidup seseorang tersebut dipimpin oleh pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Sebab itu mengetahuai pengetahuan-pengetahuan terdasar berarti mengetahui dasar-dasar hidup diri sendiri.

5.      Bagi seorang pendidik filsafat mempunyai kepentingan istimewa karena filsafatlah yang memberikan dasar-dasar dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya yang mengenai manusia seperti misalnya ilmu mendidik